LAPORAN PRATIKUM BIO URINE

BAB. I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Ada tiga unsur yang sangat menentukan tingkat kesuburan tanah di lahan pertanian yaitu unsur biologi, fisika dan kimia, ketiga unsur ini saling terkait dan harus seimbang. Ketimpangan unsur didalam kandungan tanah akan mematikan unsur biologi didalam tanah, tanah menjadi semakin keras dan tidak dapat menyimpan air. Kalau sudah terjadi ketimpangan ini, pemulihannya akan memakan waktu lama dan memakan biaya yang besar.

Dari berbagai akibat penggunaan pupuk kimia tersebut masalah yang timbul antara lain : 1) Tanaman menjadi sangat rawan terhadap hama, meskipun produktivitasnya tinggi namun tidak memiliki ketahanan terhadap hama, 2) Pembodohan terhadap petani yang diindikasikan dengan hilangnya pengetahuan lokal dalam mengelola lahan pertanian dan ketergantungan petani terhadap paket teknologi pertanian produk industri.

Penerapan teknologi pertanian modern (penggunaan bibit unggul, pupuk kimiawi, dan pestisida) dan intensifikasi penggunaan lahan menimbulkan degradasi lahan yang cukup besar sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman pertanian. Hal ini disebabkan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan untuk meningkatkan produktivitas telah mengakibatkan permasalahan tersendiri yaitu menurunnya kesuburan dan pemiskinan    unsur   hara            tanah.
            Permasalahan penurunan kualitas tanah dan produk pertanian dapat dipecahkan dengan penggunaan sistem pertanian organik. Pertanian organik memanfaatkan proses daur ulang unsur hara dalam produksi pertanian. Pemanfaatan pupuk organik baik dalam bentuk padat maupun cair menjadi solusi terbaik untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah secara aman dalam arti produk pertania yang dihasilkan terbebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi            kesehatan         manusia.
            Salah satu upaya yang banyak dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan hara N adalah dengan pemberian masukan organik ke dalam tanah seperti pemberian pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau. Masukan organik yang sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian adalah limbah cair hewan ternak (urine) utamanya sapi. Hal ini disebabkan minimnya informasi mengenai seberapa besar potensi urine sapi sebagai sumber alternatif pupuk N. Bahkan sebagian besar masyarakat menganggap urine sapi hanya sebagai limbah dan dibuang begitu saja. Selain dapat mencemari lingkungan sekitarnya, potensi besar ini sebenarnya dapat dimanfaatkan.

1.2  Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan pratikum pembuatan Bio Urine adalah agar mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan bio urine dan manfaatnya serta dapat memanfaatkan hasil-hasil limbah perternakan. Sehingga nantinya dapat diterapan pada masyarakat khususnya petani.

BAB. II  MATERI DAN METODE

 

Bahan :

  1. Urine sebanyak 200 ltr
  2. Empon (jahe, kunyit, temu lawak, kencur, serai, bawang putih) masing-masing 2 kg ( 5% dari semua bahan) masing-masing sebanyak 2 kg
  3. Stater : Midec (mikroba pengurai)  2 cc/ltr sebanyak 400 cc/ltr

             EM4 400 cc/ltr

  1. Enzim isi rumen (1 ltr/50 ltr urine) sebanyak 4 ltr
  2. Molasses sebanyak 400 cc
  3. Air cucian beras sebanyak 20 ltr
  4. Daun lamtoro sebanyak 2,5 kg
  5. Daun paitan sebanyak 2,5 kg
  6. Kalium permanat (KmnO4)  dan Metanium dioksida (TiO2) secukupnya
  7. Aquades.

Alat :

  1. Lesung dan Alu
  2. Alat penggiling
  3. Pisau
  4. Baskom
  5. Saringan
  6. Gayung
  7. Timbangan duduk.

Langkah Kerja :

  1. Cuci semua empon sampai bersih kemudian digiling sampai halus.
  2. Daun lamtoro dan daun paitan ditumbuk saampai halus kegunaannya untuk meningkatkan kadar N dalam bi urine.
  3. Masukan urine sebanyak 200 ltr kedalam tong.
  4. Buat larutan Titanium dioksida (TiO2) dan Kalium permanganat (KMnO4) secukupnya dan dicampur dengan larutan aquades secukupnya,  lalu tuangkan  ke dalam jerigen (2 ltr) sebanyak 1,5 ltr untuk menghilangkan bau urine.
  5. Masukan semua empon-empon yang telah digiling kedalam tong.
  6. Masukan air cucian beras.
  7. Masukan enzim isi rumen, molasses, midec, EM4 kedalam tong dan diaduk sampai rata kemudian ditutup rapat.

BAB. III PEMBAHASAAN

Urine sapi adalah cairan dari proses pembuangan sisa metabolisme oleh ginjal kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh sapi melalui proses urinasi. Proses ini diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh.

Nutrisi alami belum banyak dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat secara luas, sedangkan untuk pupuk telah lama digunakan petani. Pupuk atau nutrisi ini berasal dari kotoran hewan, seperti ayam, kambing, kerbau, kuda, babi, dan sapi. Kotoran tersebut dapat berupa padat dan cair (urine ternak) dengan kandungan zat hara yang berlainan. Pupuk kandang cair jarang digunakan, padahal kandungan haranya lebih banyak. Hal ini disebabkan untuk menampung urine ternak lebih susah repot dan secara estetika kurang baik – bau.

Urine sapi (air kencing sapi) sangat bermanfaat sekali bagi petani karena urine sapi mengandung berbagai unsur hara sehingga dapat digunakan sebagai pupuk cair. Sebelum digunakan sebagai pupuk pertanian urine sapi ini sebaiknya di fermentasi terlebih dahulu.

Keuntungan pemanfaatan limbah sebagai pakan ternak :

  1. Sanitasi lingkungan: Upaya pemanfaatan limbah sebagai pakan ternak secara tidak langsung mampu meningkatan kebesihan dan menekan pencernaan akibat pembuangan limbah yang tidak tepat.
  2. Menekan impor bahan pakan : terbentuknya beberapa bahan pakan baru berkualitas berasal dari berbagai limbah tentunya dapat mangurangi jumlah impor bahan pakan yang selama ini dilakukan terutama tepung ikan, tepung daging dan bungkil-bungkilan.
  3. Mengciptakan lapangan kerja : Kegiatan pengolahan limbah menjadi bahan pakan tentunya memerlukan tenaga manusia yang juga berarti mengciptakan lapangan kerja baru.
  4. Memberi nilai tambah bagi limbah : Pemanfaatan limbah yang mungkin sebelumnya belum digunakan sebagai bahan pakan dengan sendirinya akan memberikan nilai ekonomis terhadap limbah yang ada.

Menurut Lingga, 1991 di dalam Hannayuri (2011) melaporkan bahwa jenis dan kandungan hara yang terdapat pada beberapa kotoran ternak padat dan cair dapat dilihat pada Tabel 1. Berikut ini:

Table 1. Jenis dan kandungan zat hara pada beberapa kotoran ternak padat dan cair

Ternak dan kotorannya

Nitrogen (%)

Fosfor (%)

Kalium (%)

Air (%)

Kuda –padat

0.55

0.30

0.40

75

Kuda –cair

1.40

0.02

1.60

90

Kerbau –padat

0.60

0.30

0.34

85

Kerbau –cair

1.00

0.15

1.50

92

Sapi –padat

0.40

0.20

0.10

85

Sapi –cair

1.00

0.50

1.50

92

Kambing –padat

0.60

0.30

0.17

60

Kambing –cair

1.50

0.13

1.80

85

Domba –padat

0.75

0.50

0.45

60

Domba –cair

1.35

0.05

2.10

85

Babi – padat

0.95

0.35

0.40

80

Babi –cair

0.40

0.10

0.45

87

Ayam –padat dan cair

1.00

0.80

0.40

55

Sumber : Lingga, 1991 di dalam Hannayuri (2011)

 

Berbeda dengan pupuk buatan yang hanya mengandung satu nutrisi saja, pupuk organik yang dibuat dari urine sapi mengandung nutrisi yang beragam dan seimbang seperti yang dijelaskan dari hasil penelitian S. C. Hsieh dan C. F. Hsieh, 1987 di dalam Hannayuri (2011)

Tabel 2. Jumlah unsur hara pada kotoran ternak

Jenis

N

P

K

Ca

Hg

Na

Fe

Mn

Zn

Cu

Ni

Cr

Sapi

1,1

0,5

0,9

1,1

0,8

0,2

5726

344

122

20

6

Babi

1,7

1,4

0,8

3,8

0,5

0,2

1692

507

624

510

19

25

Ayam

2,6

3,1

2,4

12,7

0,9

0,7

1758

572

724

80

48

17

Sumber: Hsieh S. C dan C. F. Hsieh, 1987 di dalam Hannayuri (2011)

Pupuk organik ramah lingkungan dari limbah ternak itu bisa memutus ketergantungan petani terhadap pupuk urea atau pupuk kimia lainnya. Dengan demikian, para petani tak perlu repot memikirkan dan membeli pupuk urea, cukup tanaman dipupuk dengan menggunakan pupuk organik yang berasal dari limbah urine sapi. Pupuk organik mempunyai efek jangka panjang yang baik bagi tanah, yaitu dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah dan selain itu juga menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan, sehingga pupuk organik ini dapat digunakan untuk pupuk yang ramah lingkungan. Manfaat lain yaitu:

  1. meningkatkan kesuburan tanah
    2. memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
    3. meningkatkan kapasitas serap air tanah
    4. meningkatkan aktifitas mikroba tanah
    5. meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, jumlah, dll)
    6. menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
    7. menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
    8. meningkatkan retensi/ketersediaan hara dalam tanah

Tabel 3. Beberapa sifat urine sapi sebelum dan sesudah difermentasi.

 

.pH

N

P

K

Ca

Na

Fe

Mn

Zn

Cu

Warna

Bau

Sebelum ferm.

7,2

1,1

0,5

0,9

1,1

0,2

3726

300

101

18

Kuning

Menyengat

Sesudah ferm.

8,7

2,7

2,4

3,8

5,8

7,2

7692

507

624

510

hitam

kurang

 

 

 

 

 

 

BAB. IV KESIMPULAN

 

Dari data pembahasan d i atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

  1. Urine sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk cair karena banyak mengandung unsur hara seperti Nitrogen yang dapat menyuburkan tanah.
  2. Kunci dalam pembuatan pupuk cair ini adalah adanya fermentasi dari mikrobia yang sengaja ditambahkan.
  3. Urine sapi  sebelum difermentasi warnanya coklat kekuning-kuningan, baunya masih berbau urine, tetapi setelah difermentasi warnanya berubah menjadi coklat kehitam-hitaman, dan sudah tidak berbau urine

Manfaat pupuk cair adalah dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah dan selain itu juga menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan, sehingga pupuk organik ini dapat digunakan untuk pupuk yang ramah lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

 

Affandi. tt. Pemanfaatan Urine Sapi Yang Difermentasi Sebagai Nutrisi Tanaman. http://affandi21.xanga.com/644038359/pemanfaatan-urine-sapi-yang-difermentasi-sebagai-nutrisi-tanaman/ [25 Mei 2012]

Blogspot. 2009. Makalah Pembuatan Organik Cair.http://zikrilchaniago.blogspot .com/2010/09/makalah-pembuatan-pupuk-organik-cair.html [25 Mei 2012]

Hannayuri. 2011. Pembuatan Pupuk Cair Dari Urine Sapi http://hannayuri. .wordpress.com/2011/11/ [25 mei 2012]

Suwarji. 2008. Meneralisasi Hara Nitrogen Dari Sumber http://www.suwardji.com /2008/01/mineralisasi-hara-nitrogen-dari-sumber.html [25 Mei 2012]

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s